1amirasyraf's Blog

share anything and everything in our lives

Frozen “Bebaskan” by Marsha Milan Londoh

Lirik Lagu/ Lyrics: Bebaskan – Marsha Milan

Bebaskan bebaskan
Tak dapatku pendam lagi
Bebaskan bebaskan
Mulakan hidup baru

Salju putih menutupi malam
Tiada jejak yang terlihat
Kerajaan yang terasing dan akulah ratunya
Hembusan bayu bak gelora jiwaku
Puasku cuba tuk memendamnya

Jangan sampai mereka tahu
Harus menjadi yang diharapkan
Lindungilah yang sebenar
Kini aku

Bebaskan bebaskan
Tak mampu bertahan lagi
Bebaskan bebaskan
Tidak seperti dulu
Di sini berdiri megah
Bebaskan bebaskan
Kedinginan tak pernah menggangguku

Kini dapatku lihat jelas dari kejauhan
Ketakutan terpendam telah dapat ku lepaskan
Diatas kedinginan ku bernyawa lagi
Kisah silam ku lepaskan tak mungkin ku sesali

Bebaskan bebaskan
Tak mampu bertahan lagi
Bebaskan bebaskan
Ku cuba sedayaku
Di sini berdiri megah
Bebaskan bebaskan
Kedinginan tak pernah menggangguku

Berdiri membeku di alam pilihanku
Katakan bertemu segala yang kutinggalkan
Ku timbun membeku

Bebaskan bebaskan
Tak mampu bertahan lagi
Bebaskan bebaskan
Tidak seperti dulu
Di sini berdiri megah
Bebaskan bebaskan
Kedinginan tak pernah menggangguku

Bebaskan
Yeah..
Na na..

Bebaskan..

Bebaskan bebaskan
Uuu.. bebaskan

Advertisements
Leave a comment »

Demi Lovato – Let It Go (from “Frozen”) [Official]

Demi Lovato – Let It Go Lyrics

[Chorus]
Let it go
Let it go
Can’t hold you back anymore
Let it go
Let it go
Turn my back and slam the door

[Verse 1]
The snow glows white on the mountain tonight
Not a footprint to be seen
A kingdom of isolation and it looks like I’m the queen
The wind is howling like the swirling storm inside
Couldn’t keep it in, heaven knows I tried

Don’t let them in, don’t let them see
Be the good girl
You always had to be
Conceal, don’t feel
Don’t let them know
Well, now they know

[Chorus]
Let it go
Let it go
Can’t hold you back anymore
Let it go
Let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand, and here I’ll stay
Let it go
Let it go
The cold never bothered me anyway

[Verse 2]
It’s funny how some distance
Makes everything seem small
And the fears that once controlled me
Can’t get to me at all
Up here in the cold thin air
I finally can breathe
I know I left a life behind but I’m too relieved to grieve

[Chorus]
Let it go
Let it go
Can’t hold you back anymore
Let it go
Let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I’ll stay
Let it go
Let it go
The cold never bothered me anyway

[Bridge]
Standing frozen in the life I’ve chosen
You won’t find me, the past is all behind me
Buried in the snow

[Chorus]
Let it go
Let it go
Can’t hold you back anymore
Let it go
Let it go
Turn my back and slam the door
And here I stand
And here I’ll stay
Let it go
Let it go
The cold never bothered me anyway

Leave a comment »

November 2013…12 Muharram 1435

Assalamualaikum…lama sungguh tak meluahkan perasaan di sini…

Tahun 2013, tahun yang mencabar dalam menghadapi segala rintangan namun dengan kuasaMU Ya Allah…Alhamdulillah dapat juga hambamu ini menempuh segala ujian yang telah Kau berikan.

Airmata, luka, lebam, namakan apa saja yang bersangkut paut dengan perasaan dan tingkahlaku kita sebagai manusia telah kami lalui sebagai satu keluarga – Keluarga ahli Autisme.

Kemurungan dan kekecewaan sentiasa berlegar di sekelilingku sepanjang mengurus putera hatiku Amir secara sendirian. Pelbagai reaksi dan tindakbalas darinya terpaksa kutempuhi dan FAHAMI. Ya, aku perlu fahami kenapa Amir “meltdown” ataupun “tantrum”. Dengan memahami tingkahlakunya dapat kutenangkan Amir dengan cepat. Puteraku Amir adalah seorang yang berjiwa sensitif, dia tidak dapat menerima orang yang disayanginya terutamanya Mama marah padanya atau meninggikan suara kepadanya. Apa yang kufahami ialah sekiranya aku marah padanya dan meninggikan suaraku…Amir merasakan dirinya dibenci. Reaksinya: Amir akan ketuk kepala, cuba cederakan dirinya, memukul diriku atau cuba mencederakan diriku.

Untuk menangani situasi begini, aku perlukan sokongan. Suamiku? Beliau mencari nafkah di negara yang mempunyai 6835.22 kilometer jauhnya dari Malaysia. Bukan niatku untuk memburukkan suamiku. Jangan salah faham. Suamiku adalah seorang yang pendiam. Namun sesekali beliau berkata-kata, maksud yang ingin disampaikannya amat mendalam, perlu menggunakan akal fikiran bukan dengan emosi.

Setahun yang lalu, banyak emosi telah bercampur baur dalam menangani dan mengurus anak-anak serta keluarga. Yang pasti, emosi sentiasa kalah. Kemurungan sering hadir. Banyak kelemahan diri ini perlu diperbaiki dan sedang diperbaiki. Bila emosi menguasai, pelbagai kelemahan diri terpancar. Kita tidak dapat berfikiran secara tenang. Pada satu waktu dahulu, aku terlampau percayakan bahawa aku perlu menyuarakan pendapatku secara lantang. Namun segala reaksi atau tindakbalas tidak pernah memuaskan kehendakku. Perhubungan komunikasi dengan suami amat tegang. Sehinggalah aku layari Facebook (FB) untuk mencari sokongan yang aku rasa perlu. Aku mula membaca blog-blog tazkirah dan ada juga rakan-rakan yang meletakkan imej-imej tazkirah di FB timeline mereka sehingga membuatkan aku teringatkan nasihat daripada suamiku yang berada jauh dariku – “Tak perlu cakap dengan sesiapa, Allah sentiasa ada”. Ya Allah besar sungguh kuasaMu. Setiap ujian yang diberikan adalah untuk menyedarkan aku bahawa aku masih dicintaiMu. Alhamdulillah, terima kasih Allah. Allahuakbar.

Setelah mengadu kepadaNya yang maha Esa, Penyayang lagi Pemurah…segala urusan mengenai dengan anak-anak, perhubungan suami-isteri dan juga urusan duniawi dapat aku tempuhi seorang diri dengan begitu tenang. Segala airmata kucurahkan kepadaNya, Alhamdulillah aku dapat bertatih dan mendapat semangat baru untuk menempuh segala ujian dalam urusan anak-anakku serta keluargaku. Syukur kepadaMu, kini aku merasakan ruang komunikasi dengan suamiku telah pulih, InsyaAllah.

Moga aku konsisten dengan apa yang aku lakukan sekarang, doakan diriku serta keluargaku.

Leave a comment »

Long Distance Relationship

Have you ever been apart from your love ones? I have and this is my story.
My personal experience in my marriage which have created thousands of turbulence, tsunamis which has done some damaged on our emotional feelings. Hubby works in oil&gas industry; has managed his career path beautifully, I might say. I am proud of him, though sometimes trying to understand his job description can be confusing. Now, he is in Iraq. Am I worried, he’s there? Of course. When he first told me that he has accepted a job in Iraq, my heart just went berserk. First thought was he was “leaving” me to handle my special need son & other son and do not want to take any kind of responsibility on us. Before he left, we had several arguments because I felt that he did not do “enough”, didn’t even thought of how I will cope up without him. I was so furious at him, thinking he was selfish, he just want to escape from “facing” our special need child. I was definitely wrong.

A week went by when he’s not around, I had an emotional breakdown. I find it really tough handling my two boys; with their tantrums, etc. Having to do everything on my own from A-Z, was really tiring. I did not have much sleep, worrying about the kids & our safety. I felt like screaming my lungs out, but couldn’t, I quickly turn to Allah, ask for guidance & strength. Alhamdulillah, I slowly regain some strength. Somehow, my kids were able to manage themselves which made our daily routine easier. Handling my special needs child was a big challenge for me and at times I just broke down in tears and managed to “calm” him & me throughout our days.

I always find it hard to communicate with hubby. Our expectations are different. The way we communicate is different. Sometimes I felt that hubby is in another world and I am just another alien to him. Yahoo Messenger (YM) gave us opportunity to communicate. We had our first argument on YM. Yeah, we really did argue on YM. How? Well, I was my usual self, kept on blaming him for all the things happen though I know some of it was not really his fault but using my emotional hat, typing everything out of anger. Though no sounds coming out of my mouth just my fingers typing all the words with my tears rolling my cheek. I felt half-satisfied. Then came his reply on the chat box. I read it through. Suddenly I realized. *PONG* He’s risking his life in Iraq to give us a better life especially my special need child. He’s there so that we have extra $$$ to support any possible treatment or therapy for our child. Ya Allah, what have I done. I cried all night, realizing I WAS SELFISH. I prayed for Allah’s forgiveness for having all these negative thoughts and feelings in me.

Alhamdulillah, I am able to pick up the pieces calmly and managed our days without hubby by our side. With that online argument we had, made us better persons in communicating with each other. Now, communication with hubby has grown to a new level. I’ve also realized long distance do bring out the “real you”; hubby is a “quiet” person in person but chatting with him online made me see the other side of him. Maybe I have never given hubby the chance to “talk” anything whenever he’s around. A HUGE lesson for me these past week has mould me into a “new” person, insyaAllah.

Here are some quotes that was shared by my cousin (Dr. Rozieta Shaary), thank you for sharing, it really open up my heart & eyes…
“When challenges come into your life, recognize that they are actually your teachers to teach you who you are. When you have learn from those challenges, you will find your greatness and you will realize how much God loves you. Always operate from the place of love in facing whatever life challenges. You will find serenity and total peace. The Message Is LOVE”

“Love is the answer to every problem because all problems are caused by the lack of love. The universe was created from the energy of love. When we operate our life from the place of lack of love – our ‘self’ is very much at a dis-ease. With the mind that is at a dis-ease, the decision taken will not serve the world nor the ‘self’. The Message Is LOVE”

Leave a comment »

How I use to be…

Watched The Kitchen Musical on AXN; come the scene where Maddie was called by her manager & this song was on. Song by Matchbox 20 titled Unwell. Heard this before but was not my favourite song. When the characters sang this song on the show, it hit me (hard), this maybe what Amir was feeling or thinking whenever he faces challenges daily in school, community & home…
Even though, I spent more time with Amir, but I have yet to really understand what his needs & expectation. I have to have patience and have more strength to be beside him as he “untangled” everything in front of him.

This video is kept here (it may not be the correct video to explain about Amir’s feeling but it is maybe close to what he really feels); so that one day I may be able to show Amir that I am trying to understand and learn about him. Mama loves you so much…

The Kitchen Musical : Unwell MV

All day
Staring at the ceiling
Making friends with shadows on my wall
All night
Hearing voices telling me
That I should get some sleep
Because tomorrow might be good for something
Hold on
I’m feeling like I’m headed for a
Breakdown
I don’t know why
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy, I’m just a little impaired
I know, right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
Me
Talking to myself in public
Dodging glances on the train
I know
I know they’ve all been talking ’bout me
I can hear them whisper
And it makes me think there must be something wrong
With me
Out of all the hours thinking
Somehow
I’ve lost my mind
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy, I’m just a little impaired
I know right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
I been talking in my sleep
Pretty soon they’ll come to get me
Yeah, they’re taking me away
I’m not crazy, I’m just a little unwell
I know, right now you can’t tell
But stay awhile and maybe then you’ll see
A different side of me
I’m not crazy I’m just a little impaired
I know, right now you don’t care
But soon enough you’re gonna think of me
And how I used to be
Hey, how I used to be
How I used to be, yeah
Well I’m just a little unwell
How I used to be
How I used to be

Leave a comment »

New routine without you…

Minggu ni minggu paling sukar buat keluarga…hubby mula kerja di Iraq. Rezeki anak-anak, dia hanya wakil tolong ambilkan aje, kata hubby. Minggu ni banyak airmata serta keringat/peluh keluar. Pelbagai karenah perlu ditangkis (macam cerita kungfu), perlu difahami demi kebaikan anak-anak.

Ada yang berpendapat diriku sudah menyesuaikan diri dengan Amir ie I have “peace” with all the schedule…namun hanya diri ini sahaja yang tau apa terjadi disebalik pintu yang tertutup rapi…Banyak nasihat kuterima seperti perlu “menebalkan” muka, perlu ada tahap kesabaran tinggi demi mendidik Amir untuk menyesuaikan diri pada persekitarannya…ku terima; ada kebenarannya…namun diri ini merasakan belum kuat untuk menempuhnya seorang diri. Ku tahu ku perlu “pantas” menguatkan semangatku dan meningkatkan kesabaran demi Amir. Namun, ku hanyalah manusia biasa, wanita yang punya perasaan kecewa, emosi sensitif, ku masih belum sempurna…

Walauapapun, ku tetap berdoa agar Allah memberikanku kekuatan, semangat untuk menempuh segala ujian, dugaan yang diberikan. Adakala ku berasa putus asa…ku pasrah…ku rasakan ketiadaan hubby disisi amat mencabar…adakala ku berasa amat marah pada hubby…namun ku sedar…dia kesana demi masa depan anak-anak…kami belum mampu untuk memberikan terapi yang secukupnya untuk Amir; belum dapat memberikan terapi alternative atau menyediakan supplemen yang bersesuaian buat Amir. Dengan kerja baru hubby, insyaAllah kami akan lakukan dan sediakan apa-apa yang terbaik buat Amir.

Ada aktiviti yang disarankan kepada Amir, mencuba sesuatu yang baru…walaupun ia satu pengalaman berharga buat Amir namun ia adalah satu cabaran besar buat diriku dimana akan melibatkan tenaga serta emosi dan menguji kesabaran. Ku belum bersedia untuk membenarkan Amir mencuba sesuatu yang baru sedangkan aktiviti rutin pun Amir tantrum…

Alhamdulillah, sekarang ini Amir makin aktif untuk “bersuara” semasa tantrum…dulu ketuk kepala di dinding atau lantai…sekarang nie ketuk kepala tetapi akan sebut “wrong” ataupun “mama cry”; ia menunjukkan respons tidak setuju dengan arahan kita…ku baru saja berjaya memamhaminya 2-3 hari ini…nak faham apa Amir kata…agak sukar kekadang ku kenal menangis, “emotionally drained” baru la dapat faham apa sebenarnya Amir nak…Selalunya selepas Amir tantrum, Amir akan datang padaku “Mama, hug”, “Mama, hug harder” ku kan peluk Amir seerat-eratnya sehinggakan ku dapat semula “energy” dari Amir…setelah puas dipeluk, Amir akan lepaskanku dan berkata “Mama, watch tv”, seolah-olah menyuruhku berehat…ku akan lakukan untuk 5 minit sebelum sambung membuat kerja rumah atau memerhatikan Amir membuat aktiviti harian…

Ku hanya “dilepaskan” oleh Amir sekiranya home-tutornya ada. Ketika cikgu sampai Amir akan berkata “Bye mama, mama upstairs” serta menundingkan jari ke tangga…ku akan naik ke tingkat atas untuk melepaskan lelah…selesai sejam bersama home-tutor, Amir akan naik ke atas dan menarik tanganku untuk membuka pintu…comelkan tingkahlakunya? Tingkahlaku ini akan membuat ku tersenyum…kalau wajah Amir senyum semasa mengambil tanganku…ku akan faham bahawa segala “worksheet” atau aktiviti dengan cikgunya berjaya dilakukannya…kalau tiada senyum terukir, kena layan extralah lepas cikgu balik sebab Amir akan “frust”….masa tulah akan mengamuk bila mama bawakan air atau snek…so, mama kena pujuk (figure out apa yang x kena)….baru semua ok, back as usual routine…
“Mama always have to be alert for any minor reaction from Amir.”

Walauapapun rintangan, cabaran yang melanda diriku, ku sedar anak-anak bergantung harap padaku. “Bring it on” InsyaAllah, ku akan redah, tempuh apa yang ada didepanku demi Amir & Asyraf…ku benar-benar berserah kepada Allah SWT untuk segala-galanya…

Leave a comment »

Apa ku rasa…

Sebagai ibu,saya ingin melihat anak-anak saya berjaya…kadangkala datang perasaan “cemburu” apabila parents bercerita mengenai kejayaan anak-anak mereka…bukannya saya tidak bersyukur dengan kemampuan anak saya lebih-lebih lagi Amir, anak autisme yang menjadi tumpuan utama dalam kehidupan saya kini. Saya cuma manusia biasa yang tidak lekang dari mempunyai perasaan “cemburu”.
Setelah hampir setahun bertungkus lumus menjaga, mendidik sendiri tanpa bantuan sesiapa ie: “maid”, saya berjaya memahami Amir. Amir banyak mengajar saya erti kehidupan, kesabaran serta ketakwaan. Waktu saya masih berkerjaya, saya selalu merasa putus asa dan sering “bad temper” dengan anak-anak terutamanya Amir. Kesian Amir; maafkan Mama, sayang.
Namun sekarang, semua itu tinggal hanya sebagai kenangan. Kini, saya boleh menyatakan dengan penuh kebanggaan, saya lebih memamahami Amir. Walaupun saya tidak “bersembang” dengan Amir…tetapi saya berjaya mengetahui isi hatinya serta kemahuannya. Dulu, saya tergesa-gesa dan tidak sempat memberi peluang kepada Amir untuk meluahkan perasaannya…Mama sibuk dengan kerjaya Mama sehinggakan Mama tidak “nampak” apa yang cuba Amir nyatakan…
Perubahan kecil dalam diri Amir menjadi kejayaan yang besar buat kami…sekiranya seharian bersama Amir dan Amir tidak pernah pukul kepalanya adalah kejayaan yang amat besar buat diri kami…namun begitu saya tidak mengharapkan perubahaan drastik buat Amir, kerana Amir masih dalam proses “pembelajaran”. Amir masih belajar untuk bercakap…sekarang Amir sudah “ringan mulut” untuk berbicara…walaupun sepatah dua…kami amat berbangga dengan kejayaan Amir kerana kami boleh memahami kehendak Amir. Saya nampak Amir makin tenang…senyum dibibirnya sentiasa terukir berbanding dulu hanya kepala/dahinya sentiasa kelihatan merah dek asyik dipukulnya.
Saya pernah berbincang dengan suami mengenai pendidikan Amir, kami bersetuju untuk tidak meletakkan harapan yang tinggi buat Amir. Saya risau sekiranya harapan tinggi dan ia tidak dapat dicapai, saya tahu akan diri ini akan merasa kecewa dan putus asa. Untuk mengelak dari ianya terjadi, saya dan suami akan sentiasa memberi dorongan buat Amir untuk “menyesuaikan” dirinya dalam komuniti ie: sekolah, keluarga dan persekitarannya.
Kini, saya hanya letak matlamat harian dimana sekiranya Amir tidak “mengamuk” dan ketuk kepala, ia adalah kejayaan buat Amir. Esoknya akan menjadi matlamat yang berbeza. Mungkin cara saya ini salah atau tidak mengikut prosidur membantu anak-anak istimewa menyesuaikan diri, tetapi saya dapati ini adalah cara paling sesuai untuk mengurangkan stress buat kami berdua. Kami dapat memahami keperluan masing-masing. Apabila kurang stress dan tantrum, maka kami dapat dilihat seperti keluarga “normal”.
Menjaga Amir sepenuh masa telah mengajar saya pelbagai perihal mengenai anak saya ini. Bangun dari tidur, memakai baju kadangkala boleh membuatkannya “tersentap”. Segala-galanya perlu dilakukan dengan penuh teliti dan dihalusi…suara kita untuk bercakap dengannya perlu berada pada pitch yang boleh diterimanya. Kini, kalau ingin berurusan dengan Amir, saya perlu menenangkan jiwa saya dan dengan penuh kesabaran merapati Amir dengan penuh hati-hati dan cermat, dan tindakbalas yang diterima amatlah memberangsangkan. Sekiranya saya berada dalam keadaan marah ataupun Amir dalam mode tantrum, saya akan menenangkan diri dulu dan tidak akan merapatinya. Untuk mencapai kepada 0 stress & tantrum, masih jauh lagi perjalanan kami, banyak lagi ranjau berduri yang perlu saya tempuhi, InsyaAllah…Saya sentiasa berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan serta ketabahan menempuh hari bersama Amir.

1 Comment »

Dugaan Ramadhan 2011

Pada 10:45 pagi tadi dikejutkan dengan panggilan dari sekolah Amir…guru penyelaras PIPK sekolah Amir maklumkan bahawa Amir sedang “tantrum”dan guru-guru tidak dapat mengawalnya lagi…APA DAH JADI?? Hantar ke sekolah tadi elok aje Amir…Bergegas ke sekolah Amir, Asyraf ku tinggalkan dengan Ayah (sian Ayah kena melayan si Asyraf, maaf ya Ayah). Sampai di sekolah Amir, berlari anak untuk tengokkan Amir…tatkala terpandang wajah Amir, ku nampak Amir seperti dalam keresahan…muram wajah anakku ini…ku berjumpa guru kelas bertanyakan apa yang terjadi…Guru maklumkan padaku secara tiba-tiba apabila waktu pelajaran hendak habis Amir mula “mengamuk” telah memukul semua rakan kelasnya…ku sedari pukulan Amir amat kuat (pernah kena) dan Amir telah mengetukkan kepalanya ke dinding konkrit jadi guru panik tak tahu nak buat apa. Ku mengangguk faham akan situasi tersebut. Guru penyelaras PIPK mohon kami bawa Amir berjumpa doktor; beliau menyarankan agar Amir diberikan perubatan untuk mengawal tingkahlakunya…Guru kelas Amir tekankan perubahan tingkahlaku ini sejak dua minggu ini…

Perasaanku bergolak…apa dah jadi dengan Amir…nak aje ku meraung sekuat-kuat hati di sekolah Amir tadi…namun ku kawalkan emosiku…hatiku merundum…apa yang telah terjadi sehingga Amir bertindak sebegitu?? Di rumah Amir ok…kenapa segala tingkahlaku ini terjadi di sekolah?? Ku cuba beri pelbagai alasan: Ramadhan…waktu makan terganggu kerana ku tidak makan bersamanya? Adakah dia bosan di sekolah? Adakah mungkin kerana segala aktiviti terapi (spt: terapi renang, Gerko, bowling, taekwando) telah dihentikan pada bulan Ramadhan??? Ku buntu…

Setelah mendapat persetujuan guru, ku bawa Amir pulang…Amir berkata “KFC”…ku pandu kenderaanku (agak laju kerana risaukan Asyraf & Ayah) sampai di KFC, belikan makanan untuk Amir dan pulang ke rumah Ayahku…dalam kereta Amir tersenyum dapat ayam KFCnya…”lapar anak Mama, ye”

Sampai di rumah Ayahku, ku bawa Amir turun…Amir sambung makan sambil menonton Disney Channel…ku melayan Amir sepenuh hati…suapkan ayam dicicahkan dengan sos cili…habis 3 ketul drumstick…ok je Amir…xde apa2…x ketuk kepala…*bingung memikirkan Amir*
Ayah bertanya…Amir mengamuk disekolah ke? Ku angguk…Ayah pandang wajah Amir…Amir ok je tu, dia boring kot di sekolah atau ada orang usik dia?, ujar Ayah. Ku kata tiada orang usik, cikgu xde bagitau apa2 pun…

Asyraf siap mandi dan berpakaian untuk ke sekolah…seronok tengok Mama dah sampai nak ambilnya ke sekolah…Maaf ya Ayah…arini tak sempat nak berborak…masa tak cukup sebab Amir wat hal…Ayah sunyi ku tau…

Setelah hantar Asyraf ke sekolah, sampai dirumah…Amir ok je, macam hari2 biasa…ku mesej suamiku, memaklumkan kejadian pagi ini…suami mohon rujuk kepada doktor pakar kanak-kanak kami (sepupuku)…menurutnya (setelah bertanyakan beberapa soalan mengenai tingkahlaku serta perubahan yang mungkin berlaku pada Amir *banyak juga yang ditanya*) Amir sedang melalui proses ke alam remaja (hormonal changes during puberty) beliau cadangkan agar ku berjumpa dengan pakar psikologi untuk tingkahlaku agar dapat membantu Amir akan perubahan dirinya…ku maklumkan kepada suamiku yang akan berusaha membuat temujanji dengan pakar tersebut…

Dimataku Amir masih lagi seorang kanak-kanak kecil…hakikatnya Amir sedang meningkat remaja…*maafkan Mama, Mama belum bersedia dengan Amir “growing up”*…”hormon changes”, “puberty”, “please check on any physical changes (ie: facial hair, armpit hair you might see”- terngiang2 kata2 doktor…ku perlu bersedia!!! dah bersedia ke belum, google la kalau nak tau, anak dah besar!!! Satu lagi episod besar akan berlaku yang mana akan memberi impak besar dalam hidupku serta anak2 adalah apabila suamiku mula bekerja diluar negara kelak…ku kan keseorangan menangani segalanya; ku perlu bersedia!!! inilah dugaanku di bulan Ramadhan yang mulia ini…

Ya Allah, kuatkanlah imanku, berikanlah semangat buat diriku untuk menempuh segala dugaan ini…Amin…

Leave a comment »

Selamat Harijadi Wan Muhammad Amiruddin…

2011, Wan Muhammad Amiruddin menjangkau usia 11 tahun…
Amirku…11 tahun telah menjalani kehidupanmu bersama Mama…membesar dengan Mama…persoalan yang senantiasa berdetik dihati Mama, adakah Mama telah buat yang terbaik buat dirimu??
Maafkan Mama sayang, kekadang peluang untuk menghantar Amir ke terapi tidak kesampaian dek kerana kekangan kewangan…InsyaAllah, Mama & Papa sedang berusaha untuk memberikan peluang yang terbaik untuk Amir.

Setiap tahun Mama berjanji akan menulis blog harijadi khusus untuk Amir dengan harapan yang besar bahawa satu hari nanti Amir dapat membuka blog ini dan membaca kesemua luahan hati Mama…
Sesungguhnya, keputusan Mama untuk meninggalkan kerjaya Mama demi menjaga Amir tidak pernah Mama kesali…Mama bangga dengan setiap detik dapat bersama Amir. Banyak yang dapat Mama pelajari sepanjang menjaga Amir sepenuhnya. Banyak dugaan, tomahan serta cabaran kita tempuhi bersama.

Ya Allah, aku bersyukur kerana telah diberikan peluang untuk menjaga, membelai serta mendidik anak istimewaku ini…

Amir, Mama ingin mohon maaf sekiranya sepanjang Mama menjaga Amir sepenuhnya ada ketikanya Mama marah pada Amir; Mama tau agar sukar untuk Amir fahami setiap arahan Mama, Mama janji Mama akan cuba perbaiki diri Mama…Mama akan cuba untuk tingkatkan kesabaran Mama buat anak Mama tersayang. Amir sekarang dah semakin besar…nak meningkat remaja…kekuatan Amir bertambah…ada masanya Mama merasakan Mama tidak mampu untuk menjaga Amir…kekadang kesihatan Mama terganggu…Mama bangga dan terharu kerana Amir seakan faham dengan keadaan kesihatan Mama…

Mama ingat lagi waktu Mama ambil Amir dari sekolah, Mama nampak Amir senyum tatkala terpandang wajah Mama, namun masa itu Mama sedang batuk teruk & semput…Amir pegang tangan Mama; sepatutnya Mama yang pimpin Amir ke kereta, tapi pada waktu itu, Mama dapat rasakan bahawa Amir yang pimpin Mama ke kereta…Mama sungguh tersentuh, kekuatan diri terus mengalir di badan Mama, dengan kudrat yang ada Mama pandu kereta bawa kita pulang…pulang ke rumah Amir berkelakuan amat baik…Amir tolong Mama turunkan beg sekolah Amir dan bawa masuk kerumah…saat itu seakan terhenti, Mama bangga dengan Amir!! Good job, Amir…

Amir, Mama tau banyak yang Mama janjikan dengan Amir namun adakalanya janji itu tidak dapat dilaksanakan…InsyaAllah, Mama akan cuba buat yang terbaik untuk Amir.
Amir banyak mengajar Mama erti kesabaran…Amir juga banyak memberi “kekuatan” kepada Mama untuk menempuh hidup ini…Bila Mama menjaga Amir sepenuhnya, Mama dapat rasakan kita semakin “rapat”, walaupun Amir tidak dapat meluahkan dengan kata-kata, namun setiap kelakuan serta perbuatan harian Amir membuatkan Mama terus bangga dengan peningkatan diri Amir…
Mama harap Mama telah memenuhi harapan Amir untuk berada bersama Amir setiap detik hidup Amir.

Harapan Mama pada Amir amatlah besar…namun setiap “masalah” atau tantrum yang dapat kita tempuhi setiap hari adalah kejayaan besar buat kita, sayang…
Mama tau Amir boleh berjaya…Mama akan curahkan setiap titik kasih sayang Mama kepada Amir…Mama juga akan cuba mencari peluang untuk membantu Amir untuk mencapai matlamat hidup ini Amir supaya Amir dapat berdikari…supaya Amir dapat diterima masyarakat…

Amir, kaulah nyawaku…kaulah kekuatanku…Mama sayang pada Amir.
Selamat harijadi ke sebelas, sayangku Wan Muhammad Amiruddin.

Leave a comment »

Signs of Learning Disability

nice animation done on early detection on learning disability, together we help to build their tomorrow, today

 

Interesting blog Posted by Emma Apple (also known as UmmHend) is the Editor, Founder, Designer and an Author here at Muslimas Oasis: <a href=”http://www.muslimasoasis.com/2011/04/whats-it-like-to-live-with-autism/”>What’s it like to live with Autism?</a>

Leave a comment »

%d bloggers like this: